Gambar Sejarah Hasil Editan



2004 : Kampanye John Kerry ama Jane Fonda sebagai jurkamnya




2000: Pendaftaran mahasiswa baru biar kampusnya laku ama kalangan negro juga



1997: Setelah kejadian dibunuhnya 58 turis di kuil Hatshepsut Mesir, tabloid Blick (Swiss) ngerubah biar kesannya darah



1976: 4 pimpinan komunis dimasukin penjara en dilengserin dari jabatannya, sekalian lengser ama poto bareng Mao Zedong



1970: Tiang yg ada di foto John Filo waktu Mary Ann Vecchio meratap di depan jasad Jeffrey Miller ilang



1968: Gara2 Fidel Castro berantem ama Karlos Frank, fotonya pun lenyap



1895: Jendral Francis Preston Blair dibikin ikut meeting



1860: Abraham Lincoln ga pede ama badannya, sampe2 minjem badannya John Calhoun
Read more

Biskuit Raksasa

Mammoth treat: A giant Party Ring biscuit is one of the snacks the pair have attempted


Dua saudara kandung, David Parry (20) dan kakak perempuannya Laura (23), menghabiskan satu hari setiap minggunya bergumul dengan cokelat, gula dan mentega untuk membuat cemilan favorit mereka dalam ukuran super besar.
Experimental eats: Laura and David Parry make giant versions of their favourite biscuits and snacks in their parents' kitchen in Norwich, Norfolk

Kakak beradik ini telah menciptakan cemilan Jammy Dodger seberat 3.3kg, sebuah Wagon Wheel seberat 3kg, Curly Wurly sepanjang 90 inci serta biskuit Bourbon berukuran super.
David, seorang mahasiswa tahun kedua di Universitas Politik East Anglia, Norwich, mengungkapkan bahwa ia adalah seorang koki amatir dan mengakui sangat suka dengan makanan manis.
Choc-tastic: The scale of the homemade sugary treat can be seen here with a regular and giant Bourban biscuit placed alongside each other

“Tak seorang pun dari kami yang jenius tentang masalah kuliner, tetapi kami berpikir untuk mencobanya,” tutur David.
“Kami mencoba untuk menjaga kue-kue tersebut sesuai dengan proporsi dan membuat mereka sebesar mungkin namun harus muat kedalam lemari es. Kami tidak berniat untuk memamerkan kue-kue tersebut, karena akan menjadi sia-sia. Jadi setelah kue tersebut selesai kami kemudian memakannya.” tambah David.

Icing on the cake: A giant Angel Slice made of Madeira cake containing a cream filling makes the original look meagre by proportion

Menurut penuturan sang kakak, Laura, mereka mendapatkan permintaan dari banyak orang yang ingin memesan kue tersebut untuk acara pesta, namun mereka lebih memilih memakan kue tersebut atau memberikannya kepada teman terdekat.
 
Read more

Rumah Mini Untuk Pengantin Baru

Hotel Eh'haeusl/The Sun

AMBERG - Mungkin jika Anda membayangkan sebuah hotel merupakan bangunan yang megah dan mewah, tapi tidak dengan hotel ini, lebar hotel ini hanya 2,5 meter di tanah seluas 53 meter persegi.

Hotel Eh'haeusl merupakan hotel bintang lima yang terletak di Amberg, Jerman, dilengkapi dengan televisi layar datar dan juga spa mini.

Tight squeeze: With low ceilings and at just 2.5m wide the wedding house is the world's smallest luxury hotel


Hotel ini awalnya adalah sebuah rumah yang dibangun di tahun 1728, setelah pemerintah kota setempat pada waktu itu mengeluarkan aturan kepada pasangan yang akan menikah harus memiliki rumah terlebih dahulu.

Agar dapat memberikan kesempatan pasangan baru mengarungkan bahtera kehidupan, akhirnya Seorang pejabat pemerintah kota memberikan ide baru agar hukum tetap bisa dijalankan.
Wedding House: The Eh'haeusl, in Amberg, Germany, is just 2.5m wide but boasts five star facilities
Wedding House: The Eh'haeusl, in Amberg, Germany, is just 2.5m wide but boasts five star facilities


Dia membangun sebuah rumah kecil dan murah bahkan warga yang miskin pun akan mampu untuk membeli rumah tersebut dengan jangka waktu tertentu.

Rumah tersebut dibangun dengan tujuan agar pasangan baru bisa membeli rumah, menikah, pindah ke rumah tersebut dan menjualnya kembali kepada pasangan yang akan menikah.

Dengan banyaknya penghuni baru hampir tiap minggu di rumah tersebut, akhirnya rumah itu dikenal dengan nama Eh'haeusl, artinya "Rumah Pernikahan".
Keep your head down! Eh'haeusl was built in 1728, when the space between two buildings was walled in and covered with a roof, now it stands at 53sq meters


"Orang-orang yang tinggal di sini bahagia selama-lamanya dan tidak pernah bercerai, ini cerita legenda yang secara turun temurun diceritakan warga lokal," ujar pemilik hotel Marina Schreiner, seperti dilansir The Sun, Kamis (6/10/2011).

"Kini hotel ini banyak didatangi oleh pasangan yang ingin bulan madu atau bahkan melakukan liburan yang romantis," pungkasnya
.

Read more

Persibo Berbagi Poin dengan Persiwa


Laskar Angling Dharma Persibo Bojonegoro dan Persiwa Wamena berbagi poin imbang 1-1 dalam laga pra musim kejuaraan segitiga piala Walikota Madiun di Stadion Wilis Kota Madiun Kamis (6/10/2011) malam.

Gol laskar Angling Darmo ini dicetak oleh penyerang andalan mereka Jairon Feliciano. Gol pemain bernomor punggung 9 ini dicetak melalui tendangan voli kaki kanan menit 35 babak pertama. Kemasukan satu gol membuat tim berjuluk badai pegunungan ini semakin meningkatkan serangan.

Akhirnya pada menit ke 61 laskar Lembah Baliem berhasil menyamakan kedudukan melaui sontekan kaki kakan Harmoko. Gol tersebut lahir setelah pemain bernomor punggung 25 ini berhasil mengecoh Adit yang berdiri dibawah mistar Persibo.

Setelah berhasil menyamakan kedudukan Laskar Lembang Baliem ini cenderung mengendurkan serangan. Hal ini terlihat dari ditariknya play meker andalan mereka Peter Rumarupen pada menit ke-70. Akhirnya skor 1-1 ini bertahan hingga peluit panjang ditiup wasit asal Madiun.[rdk/ted]
Read more

Tahukah Anda Apa Pesawat Terbesar di Dunia

Antonov An-225 Mriya adalah sebuah pesawat berbadan bongsor yang menjadi pesawat terbesar di dunia saat ini. Sampai saat ini, Oktober 2011, belum ada lagi pesawat yang bisa mengalahkan kemegahannya. Mriya sendiri dalam bahasa Ukraina adalah "Inspirasi", kisah awal perjalanan pesawat ini bisa dibilang sangat menyedihkan "mungkin klo dibikin film bagus juga ya"..
Inilah Penampakan Pesawat Antonov An-225 Mriya
Antonov Mriya saat menjalankan tugasnya dahulu
Tak ada lagi Soviet, tak ada lagi kejayaan, tak ada lagi pendanaan, "Sang Inspirasi" terdiam, sunyi di sebuah hanggar pesawat rongsokan. lebih parah lagi beberapa komponen pesawat dicuri entah siapa pelakunya, si Mriya itupun hampir kehilangan spiritnya dan selama hampir 12 tahun akhirnya asa itu hadir juga.

2001, ketika pemerintah sangat memerlukan sebuah pesawat angkut dengan daya angkut sangat besar, mereka pun teringat sang legendaris. Semua upaya untuk membangkitkan si "Inspirasi" pun dilakukan dan Mei 2001, izin operasi untuk An-225 pun dikeluarkan.

Sebuah misi baru untuk pertama kalinya sebagai pesawat kargo dilakukan, terbang dari Stuttgard, Jerman, menuju Thumrait, Oman, pada Januari 2002. Dalam misi pertamanya, yang membawa makanan seberat 187,5 ton untuk pasukan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Setelah sukses menjalankan operasi terbang pertamanya itu, pesawat Antonov An-225 Mriya pun disambut antusiasme semua orang mengawali langkah barunya.

Sampai saat ini pesawat ini terus beroprasi, kini upaya untuk membangun pasangannya pun dilakukan agar sang Isnpirasi tak lagi kesepian dan tahukah kamu pesawat ini pernah mendarat di LANUD Iswahyudi Magetan untuk membawa 4 pesawat Sukhoi pesanan Indonesia dari Russia 2008 lalu.

Berikut sekilas detail tentang Pesawat Antonov An-225 Mriya: 

Fungsi Utama : Pesawat Kargo
Perusahaan : Antonov
Jumlah kru : 6 orang

Dimensi
Panjang : 84 Meter (dari moncong hingga ekor)
Bentang sayap : 88,4 Meter (Lebih panjang dari panjang badannya)
Tinggi : 18,2 meter
Berat kosong : 250,5 Ton
Berat Maximum yang bisa dianggkut : 600 Ton

Kemampuan
Kecepatan Maksimal : 850km/jam
Daya Jelajah : 15,400km (per sekali isi bahan bakar)
Di bawah ini adalah galeri foto-fotonya













Gimana gan, keren nggak tu pesawat? :)
Read more

Gak Berperasaan! Kelapa Sawit lebih Diutamakan daripada Orang Utan

Bejat! Mungkin inilah kata yang pantas diucapkan. Dari beberapa hari lalu berita ini terus saja mengusik, bagaimana tidak dongkol, sebuah perusahaan kelapa sawit di Kalimantan membayar karyawannya dan warga sekitar sebesar Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) sampai Rp.2.000.000 (Dua Juta Rupiah) untuk mencari seekor Orang Utan, Baik hidup maupun mati. 
Pihak managemen perkebunan merasa tak tahu menahu soal masalah ini, ujar direktur kelapa sawit yang ditemui sebuah sumber berita. Ia melanjutkan bahwa dirinya baru masuk perusahaan tersebut September 2010, pembataian itu sendiri terjadi di jeda waktu 2009 sampai 2010.



Seorang karyawan membenarkan kejadian itu, karyawan dan warga diminta memburu Orang Utan, lalu akan dibayar perusahaan tergantung ukuran Orang Utan tersebut. Setelah dikumpulkan, Orang Utan itu lalu dibantai pihak perusahaan. Tak hanya membunuhnya, Orang Utan itu juga dipotong-potong lalu dimasukan ke dalam karung agar mudah dibuang, tempat pembuangan bangkai Orang Utan itu pun telah disediakan oleh pihak perkebunan, ini menandakan pihak perkebunan mengetahui dan bahkan merencanakan pembataian tersebut.

Reaksi keras pun muncul, Kementrian kehutanan diminta untuk mengusut aksi tersebut, dan siapa saja yang terlibat akan ditindak. Tentu kita semua tahu jika Orang Utan adalah hewan yang dilindungi dan terancam punah, tapi mereka malah membatainya untuk kepentingan materi semata. Cacian dan makian terus mengalir dari masyarakat yang geram akan tindakan itu.


Berikut ini berita lengkapnya yang dikutip dari tribunekaltim.co.id

Puluhan orangutan (pongo pygmaeus) menjadi bulan-bulanan warga Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Kartanegara. Berdalih sebagai hama yang merusak dan menggagalkan panen tanaman kepala sawit, warga lantas menangkap, mengikat, merangkeng dan menyiksa.

Aksi brutal dianggap belum cukup. Warga mengakhirinya dengan memotong kepala satwa dilindungi itu. Seluruh aksi pembantaian sadis ini dikabarkan terjadi di sebuah areal konsesi perkebunan kelapa sawit.

Saksi mata yang enggan dikorankan namanya menunjukkan sejumlah foto dokumentasi saat kejadian itu berlangsung tahun 2009-2010 lalu. Menurut dia, pembantaian sadis puluhan orangutan itu atas sepengetahuan dan restu perusahaan sawit.

Direktur perusahaan sawit itu saat dikonfirmasi kemarin, mengaku tidak tahu menahu adanya aksi pembantaian yang disebut-sebut atas restu perusahaannya."Memang informasi itu ada saya dapat dari sejumlah orang. Bahkan ada yang SMS ke HP (hanphone) saya. Tapi saya tidak tahu hal, karena saya baru masuk perusahaan ini September 2010," ujarnya.

Saksi mata yang datang ke kantor Tribun itu menuturkan, saat itu perusahaan sawit tersebut sedang gencar-gencarnya melakukan perluasan area perkebunan kelapa sawit. "Area perkebunan ini bersebelahan dengan area KBK (Kawasan Budidaya Kehutanan) yang di dalamnya sudah hidup habitat orangutan. Tentu ini membuat kehidupan mereka terusik. Orangutan-orangutan itu berhamburan keluar dari tempat tinggal mereka. Mungkin juga kesal karena kehidupan mereka terusik dengan aktivitas pekebunan sawit itu, orangutan pun merusak sejumlah sawit yang sedang tumbuh. Dari situlah awalnya, perusahaan kemudian membuat kebijakan bahwa orangutan adalah hama yang wajib dibasmi atau dibunuh," kata pria tersebut menuturkan.

Proses pembantaian, lanjutnya, dilakukan dengan cara sayembara terbuka yang diumumkan pihak perusahaan, yakni berbunyi: "barang siapa baik karyawan maupun masyarakat sekitar yang mampu menangkap orangutan itu baik dalam keadaan hidup maupun mati, diberikan imbalan berupa uang dari mulai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Imbalan disesuaikan dengan kecil dan besarnya tangkapan itu."

"Dari situlah baik karyawan perusahaan maupun masyarakat sekitar pun berlomba-lomba berburu orangutan. Ketika dapat baik sudah mati ataupun hidup, langsung diserahkan ke pihak perusahaan khususnya di lokasi pembantaian yang sudah disediakan. Dan karyawan ataupun warga yang menyerahkan itu, langsung diberi uang cash sesuai dengan kecil dan besarnya orangutan yang ditangkap," terangnya.

Setelah diserahkan, ada petugas khusus dari perusahaan yang membantai mereka satu-persatu. Yakni dengan cara memotong-motong tubuh orangutan itu menjadi banyak. Potongan tubuh orangutan itu dibungkus dengan karung, untuk kemudian dibuang ke tempat khusus pembuangan yang juga sudah disediakan oleh perusahaan. "Ada tempat pembuangan khususnya, saya lupa," ujarnya.

Salahkan Kontraktor
Direktur perusahaan itu (nama ada pada redaksi) tak berani membenaran atau membantah soal kabar mengenai adanya pembantaian orangutan pada tahun 2009-2010 lalu di areal perusahaan yang ia pimpin sekarang.

"Kalau saya ya, wallahu 'alam, karena pada tahun 2009-2010 saya belum masuk.. Saya masuk diperusahaan itu mulai September 2010 , jadi jujur saya tidak mengetahui kejadian pembantaian tersebut sebagaimana yang dituduhkan," ujar Tonny saat ditemui Tribun di kantornya di Samarinda.

Meski tidak mengetahui kejadian pembantaian orangutan, ia mengaku pernah mendengar informasi adanya pembantaian orangutan itu dari sejumlah warga. Ada warga yang datang langsung ke kantornya maupun orang-orang yang menginformasikannya melalui pesan pendek.
Ia mengatakan, kalaupun benar ada terjadi kejadian pembantaian di areal/lahan perkebunan di arealnya, bukan serta merta kesalahan dan tanggungjawab perusahaan. Itu bisa jadi kesalahan kontraktor selaku pelaksana pekerjaan.

"Seandainya terjadi kejadian pembantaian itu, kalau saya cenderung bukan perusahaan yang disalahkan. Itu kalau pendapat saya ya, karena kita sifatnya hanya melakukan pengawasan saja, sedangkan semua pekerjaan diborongkan kepada kontraktornya langsung," ujarnya.
Read more

Undergraduate Scholarships at Malaysian Universities - Indonesian Students only

Read more

Beasiswa di Universitas ternama Malaysia, untuk SMA

Read more

Nanyang President’s Graduate Scholarships, Singapore 2012

Read more