Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan

Kisah Sukses Seorang Cleaning Service KFC Menjadi Boss Rocket Chicken

Bekerja sebagai cleaning service merupakan awal mimpinya untuk hidup mandiri dan dapat membiayai kuliah. Namun, karena kesibukannya bekerja sebagai cleaning service di restoran cepat saji tersebut, Nurul Atik harus mengubur impiannya dalam-dalam untuk melanjutkan pendidikannya. Ia malah membangun sendiri usaha makanan cepat saji yang kini sukses.

http://photo.kontan.co.id/photo/2011/03/21/1985034557p.jpg

Anda pasti pernah mendengar ungkapan: “Orang yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.” Ungkapan ini mungkin cocok disematkan bagi seorang Nurul Atik. Pria asal Jepara ini menapaki kesuksesan dari jalan berliku.

Mantan cleaning service ini sekarang memiliki Rocket Chicken, perusahaan waralaba di bidang makanan cepat saji. Kini, ia memiliki 83 mitra di seluruh Indonesia. Ia mendapat pembayaran biaya royalti hingga Rp 100 juta dari para mitra.


Sebelum menjadi Presiden Direktur Rocket Chicken, Nurul bekerja sebagai seorang cleaning service di California Fried Chicken (CFC) di Semarang, Jawa Tengah. Dari seorang tukang bersih-bersih resto cepat saji, kini dia menjadi bos resto cepat saji milik sendiri.

Kisah Nurul dalam menapaki dunia kerja berawal ketika ia lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA), 20 tahun lalu. Lantaran ingin meringankan beban orang tua, Nurul pun berencana untuk melanjutkan kuliahnya dengan biaya sendiri.

Sempat menganggur selama setahun mencari pekerjaan, Nurul akhirnya diterima bekerja di CFC di Jalan Pemuda Semarang. Nurul bekerja sesuai dengan profesi yang dibutuhkan pada saat itu yakni sebagai cleaning service alias tukang bersih-bersih di restoran cepat saji itu.

Selama tiga bulan, Nurul menjadi karyawan dengan status trainee. Gaji pertama Nurul sebagai cleaning service pada saat itu hanya Rp 35.000 per bulan. Ia harus membagi gaji itu untuk kebutuhan makan, kos, dan biaya transportasi. Dengan jumlah gaji yang pas-pasan tersebut, sering ia harus berutang pada rekan-rekannya di CFC.

Karena kinerjanya yang bagus, ia kemudian diangkat menjadi pegawai tetap. Selang tiga bulan berjalan, akhirnya Nurul diangkat menjadi tukang cuci piring selama empat bulan.

Ia cepat bergeser ke posisi juru masak selama empat bulan. Karena kinerjanya semakin hari semakin baik Nurul diangkat lagi menjadi kasir selama enam bulan. Tak hanya sampai di situ, Nurul lalu naik pangkat menjadi seorang supervisor selama satu tahun.

Nurul juga mengecap posisi sebagai asisten manajer selama dua tahun di perusahaan yang sama. Karena kekosongan di bagian audit, Nurul kemudian menggantikan posisi tersebut selama tiga bulan. Tak memerlukan waktu yang lama, pria yang kini berusia 42 tahun ini mengecap posisi manajer areal selama dua tahun.

Posisi manajer areal mengharuskan Nurul berkeliling dari kota satu ke kota yang lain untuk memberikan pelatihan kepada karyawan-karyawan baru mulai dari berbagai kota di Jawa Tengah seperti Semarang, Magelang, dan Solo, hingga Yogyakarta.

Dengan kesibukannya bekerja di restoran cepat saji tersebut, Nurul mengubur dalam-dalam impiannya untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi. “Pada saat menjadi cleaning service, ternyata jam kerjanya shift sehingga saya tidak bisa membagi waktu antara kerja dan keinginan untuk kuliah,” tutur Nurul.

Namun, ia tak putus asa. Nurul mempunyai jurus jitu dalam menghadapi tantangan yang ada di depan mata. “Setiap melangkah kita harus memiliki niat yang kuat dan harus ditekuni,” tandas Nurul.

Ia juga mengungkapkan, dalam menjalankan segala kegiatan harus dilandasi dengan percaya diri dan semangat. Menurutnya, ia mendapat banyak pelajaran selama bekerja di restoran cepat saji CFC. Ia banyak mendapat ilmu dari rekan-rekannya yang berkerja di tempat tersebut, dari mulai menghargai hidup sampai pada pengelolaan restoran.

Pada saat bekerja sebagai cleaning service di CFC, Nurul memang tidak memikirkan jumlah pendapatan atau gaji yang ia terima. Ia hanya terus berpikir untuk bekerja sambil belajar apa saja yang didapatnya kala itu.

Karena keinginan yang kuat untuk hidup mandiri itu, Nurul memutuskan mencoba hidup mandiri dengan niat mendirikan usaha sendiri. “Orang tua pun mendukung sepenuhnya apa yang telah menjadi pilihan saya, hidup mandiri,” tandas Nurul.

Jiwa wirausaha tidak bisa dipisahkan dengan sosok Nurul Atik. Walau sudah berada pada posisi yang nyaman di sebuah restoran cepat saji, Nurul memutuskan membuka usaha dengan mereknya sendiri, Rocket Chicken. Cuma butuh waktu setahun, restoran yang menjual fried chicken ini sudah mengembang sampai 83 mitra.

Dengan gaji yang pas-pasan yang ia terima ketika menjadi cleaning service membuat Nurul Atik harus memutar otak agar ia bisa memenuhi kebutuhan saban bulannya. Tak jarang, ia harus meminjam uang dari rekan kerjanya di California Fried Chicken (CFC). Ia juga kerap meminta tambahan uang ke orang tuanya.

Untuk menghemat biaya hidup, Nurul pun harus mencari tempat kos yang jaraknya sekitar lima kilometer dari tempatnya bekerja. Tak jarang dengan alasan pengiritan, ia memilih berjalan kaki sampai satu kilometer. “Kalau sudah lelah, saya baru naik angkot,” ujarnya mengenang.

Kamar kos Nurul juga tak kalah memprihatinkan. Dengan luas 3X3 meter, kamar sewaan itu tak dilengkapi dengan kasur dan perabot lainnya. Kondisi seperti itu dilakoni Nurul kurang lebih selama lima bulan, sampai ia mendapat mess dari kantornya.

Buka usaha
Seiring karier yang terus menanjak serta kondisi ekonomi yang terus membaik, pada usia 29 tahun, Nurul pun memutuskan menikah dengan Emy Setiawati, seorang karyawan di sebuah swalayan di Yogyakarta yang baru dipacarinya dua bulan. “Saat itu, saya sudah menjadi manager di CFC Yogya,” ujar Nurul.

Meski begitu, gaji yang diterima Nurul tak mampu memenuhi kebutuhan selama satu bulan. Apalagi menyusul kemudian pasangan Nurul dan Emy dikarunia momongan. Makanya, setelah melahirkan anak pertama mereka, Emy membantu perekonomian keluarga dengan membuka usaha roti.

Meski posisinya cukup baik di tempat kerjanya, keinginan Nurul untuk membuka usaha sendiri rupanya tak pernah padam. Puncaknya terjadi ketika krisis keuangan melanda Tanah Air tahun 1998, Nurul memutuskan keluar dan membuat usaha sendiri.

Nurul merasa waktu 10 tahun bekerja sudah cukup untuk berguru di restoran cepat saji Amerika Serikat itu. “Saya mantap keluar karena ingin mandiri,” ujarnya.

Pada saat yang sama, seorang kawan mengajak Nurul membuat restoran makanan cepat saji yang mengusung ayam goreng (fried chicken). Ide tersebut muncul karena pada waktu itu membuka restoran cepat saji atau fast food menjadi tren di kalangan masyarakat.

Berbekal pengalamannya, Nurul mantap menerima ajakan temannya. Ia kemudian bertindak sebagai pengembang bisnis, sementara temannya mengurusi permodalan. Usaha keras mereka membawa hasil. Bisnis mereka cepat mengembang. Saat ini, Nurul telah memiliki 86 cabang.

Seiring berjalannya waktu, lelaki kelahiran Jepara, 25 Juni 1966 ini kembali merasa gelisah. Ia tergelitik mengibarkan bendera usaha dengan membuat restoran fried chicken sendiri. Kali ini dengan potensi pasar yang berbeda dengan usaha sebelumnya yang menyasar pasar menengah atas.

Pilihannya jatuh ke pasar menengah bawah. Selain pasarnya lebih besar, segmen tersebut juga belum tersentuh restoran fast food lokal maupun asing. Pada 21 Februari 2010, Nurul lantas mendirikan usaha sendiri dengan nama Rocket Chicken di Jalan Wolter Monginsidi, Semarang.

Perkembangan bisnisnya ini di luar perkiraan Nurul. Antusias masyarakat menyambut bisnis makanan cepat sajinya sangat cujup menggembirakan. Baru setahun berjalan, Nurul memiliki 83 mitra. Dengan sistem waralaba, Nurul mengembangkan bisnisnya tampa mengeluarkan modal uang sepeser pun. “Semuanya hanya didasarkan pada kepercayaan saja,” ujarnya.

Beruntung, kebanyakan mitranya adalah orang-orang yang mengenal dan tahu sosok Nurul yang telah berpengalaman dalam bisnis ayam krispi ini. “Saya cuma jual nama saja, outlet awalnya tak punya,” tandas Nurul.

Bersama mitranya, ayah tiga anak ini hanya menekankan agar menjalankan bisnis dengan kerja keras, tekun serta jujur. Bila itu menjadi landasan, Nurul yakni bahwa usaha mereka akan membawa amanah. Tak cuma bagi karyawan, tapi juga pemilik usaha franchise ayam krispi Rocket Chicken.


http://agiweswos.blogspot.com/2011/04/kisah-seorang-cleaning-service-kfc.html
Read more

Kisah Menantang Maut Seorang Pemburu Badai

Jim Reed, fotografer legendaris, sudah berhasil mendokumentasikan puluhan badai dan bencana alam lainnya. Paling merasa ngeri ketika mendengar suara seperti piton saat Badai Katrina.

[imagetag] https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbJtOBvTnIIe6Qn-s2E48mLOfO0DbFeFKt1IW2EzJmpFgMUu6nwcK3RjfkJzk5AgQsKFyzmMjvhzqN1TX8V8tr4GLfMGJ7zuG6z91hsGzKofsZR2enSs_bcpU0objh-9nTC53IzZb8CCjF/s400/Kesimpulan+Laporan+Penelitian+Jim+Reed,+Fotografer+Legendaris+Cuaca+Ekstrem+dan+Pemburu+Badai+4.jpg


Akhir Juli 2009, Jim Reed kembali mempromosikan buku yang kali pertama diterbitkannya pada 2007. Yakni, Storm Chaser: A Photographer's Journey. Dalam kesempatan itu, dia tidak sungkan menyebut dirinya storm chaser alias pemburu badai.
[imagetag] http://www.jimreedphoto.com/users/JimReed1208/Image//07biopicws_250kb(2).jpg
[imagetag] http://www.jondavies.net/052904ncks/052904jim&jon_kg.jpg


[imagetag] http://www.onearth.org/files/onearth/article_images/reviews_47a.jpg


[imagetag] http://static.howstuffworks.com/gif/totable-tornado-observatory-4.jpg


[imagetag] http://web.me.com/wildweather/JRP/Jim_Reed/Entries/2008/12/1_Hurricanes_2008%3A_Very_Expensive!_files/shapeimage_1.jpg


Tapi, belakangan, dia memaklumi penggunaan kata yang menjadi populer seiring dirilisnya film Twister dan serial tentang badai di Discovery Channel. Jadilah, dia menyelipkan kata storm chaser pada judul buku larisnya tersebut.


Menurut Reed yang tertarik pada cuaca ekstrem sejak anak-anak itu, dirinya menolak disebut sebagai pemburu badai karena tak mau disamakan dengan banyak pemburu badai yang belakangan muncul.


Yakni, melalui tur-tur ekstrem yang mereka ikuti. 'Mereka melakukannya untuk kesenangan dan demi petualangan. Mereka mengambil gambar, bukan menciptakannya,' kata sarjana seni lulusan University of Southern California tersebut seperti dilansir welovedc.com.


Reed menyatakan sama sekali tidak mengejar apa pun. 'Yang saya lakukan adalah persiapan, evaluasi, tebakan kedua, dan prediksi.' Dia menuturkan, sebagai profesional, dirinya hanya berada di zona bahaya selama alarm peringatan belum dibunyikan.


Tapi, biasanya, dia menempatkan diri pada zona paling berbahaya yang oleh pihak berwenang harus dikosongkan. Dengan demikian, dia benar-benar bisa berhadapan langsung dengan badai yang dinanti.


Nyali Reed telah mengantarkannya pada jenjang penghormatan tertinggi fotografer. Tidak ada seorang fotografer pun di seluruh Amerika Serikat, bahkan dunia, yang layak menyandang status fotografer cuaca seperti dia.
[imagetag] http://rachelhulin.com/blog/wp-content/images/jim_reed.jpg

Sejauh ini, pria berkacamata tersebut sudah berhasil mendokumentasikan 17 badai. Termasuk, Badai Charley yang menyapu Jamaika pada tahun 2004 dan Badai Katrina yang menghancurkan New Orleans pada 2005. Juga, ratusan tornado, angin ribut, petir, serta peristiwa alam yang tidak biasa lainnya.


Sampai sekarang, hasil jepretan kamera Reed tentang fenomena alam masih mendominasi media-media besar AS. Di antaranya, The New York Times, Time, Reader's Digest, National Geographic, U.S. News and World Report, Discovery Channel, dan Nikon. Seburuk apa pun gejala alam yang menyertai kelahiran badai, Reed selalu bisa mengabadikannya secara apik. Gambarnya jelas, menarik, dan bermakna.
[imagetag] http://www.wichita-amsnwa.org/photos/P107.jpg


[imagetag] http://storyculture.typepad.com/blog/images/2008/10/27/jim_reed_1208491217.jpg

[imagetag] http://harboot.files.wordpress.com/2009/10/jim-reed-003.jpg

[imagetag] http://www.lemonwade.com/wp-content/uploads/2009/09/JIM-REEDS-AMAZING-EXTREME-011-475x316.jpg


'Yang paling membuat saya tidak tahan adalah suaranya. Anda mendengar orang minta tolong, binatang berteriak-teriak. Salah satu suara paling mengerikan yang terdengar saat Katrina adalah suara desis ular seperti piton.


Langsung tebersit di benak saya, Apakah benar ada ular? Suara apa ini?' Belakangan, kami sadar bahwa itu suara pipa-pipa gas yang bocor,' kenangnya.


 
[imagetag]

Kotak Dunia 10 Dec, 2011
http://blog-sphere.blogspot.com/2011/12/foto-video-manusia-pemburu-badai.html
Read more

Profil Gal Gadot, Artis Cantik Salah Satu Pemeran Di Film Fast Five




Selain Film Fast Furious, Gal Gadot juga sempat bermain di film Knight dan Day bareng Tom Cruise dan Cameron Diaz,disini dia berperan sebagai Naomi.

Gal juga ikut bermain dalam film komedi "Date Night" yang dibintangi oleh Tina Frey dan Steve Carrel serta sebuah serial yang diproduseri oleh Asthon Kutcher "The Beautiful Life"

Gallery Gal's :D





Read more

Profil Presenter/Pembawa Acara Jalan Pagi Trans 7, Sisca Husein

Read more